Selasa, 11 Juni 2013

BOGA, BUSANA, DAN RIAS DIKUPAS DALAM SEMINAR NASIONAL BOSARIS


Sebanyak 350 peserta hadir dalam seminar nasional yang bertajuk “Information technology and Science in Home Economic to ward the 21st Century Skills”. Minggu, 2 Juni 2013 di Auditorium FT Unesa. "Untuk menjawab tantangan zaman yang semakin modern dan canggih, diperlukan pemikiran kreatif dan inovatif sehingga para mahasiswa kelak dapat berpikir kompetitif," kata Prof. Dr. Eko Hariadi, selaku Pembantu Dekan I FT yang membuka acara seminar. Dahulu, anak-anak hanya dituntut untuk menguasai tiga hal pokok, baca, tulis, dan berhitung, sesuai berkembangnya zaman, ada satu hal pokok yang wajib juga dipahami yaitu komputer dengan pola pikir komputasi.

Seminar Bosaris Jurusan PKK - FT Unesa (2/6).

"Kegiatan ini diharapkan dapat sebagai wadah tukar informasi dan penghimpun pemikiran kreatif," ujar ketua panitia Dr. Rita Iswati, M.Kes. Seminar nasional dihadiri oleh Dr. Yuli Witato S.Tp., M.P pengajar Universitas Jember, ahli pangan yang sudah mempunyai lebih dari 83 penelitian; Nancy M.P., S.Sos, pencipta batik Progtaf; Rudi Hadisuwarno, pakar kecantikan dengan fokus penata rambut. Di samping itu, ada peserta dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Medan (UNM). (Putri/syt)

Sumber: www.unesa.ac.id